Electricity Lightning -->

Monday, November 12, 2012

MENCOBA (SEDIKIT) PUITIS

Hi guys, long time no posting cause i didn't have enough time to posting. so, here it is.
Postingan kali ini gue mau mencoba sedikit puitis. Karena gue dapet tugas dari ibu guru bahasa indonesia tersayang, beliau bernama Ibu Sri, nyuruh anak-anak buat buat puisi pendek berdasarkan instruksi di kertas yang di kasih sama dia.

Puisi sendiri punya makna yang tersirat menurut gue. kebanyakan sang penulis sih membuat puisi dengan makna tersirat, jadinya puisinya lebih kena di hati.
"Tau dari mana wil?"
"Auk dari mana, gue juga gak tau"
By the way, gue kurang suka sama puisi yang banyak aturan. puisi itu kan kebanyakan ungkapan hati, masa ungkapan hati di atur-atur. Kita mau galauin siapa juga di atur-atur, kita mau mikirin siapa juga di atur-atur. Pokoknya semuanya di atur-atur sama yang suka ngatur-ngatur.

Ya udah, coba baca secarik dari tumpahan pemikiran dari otak gue..

KEINGINAN
Aku ingin mencapai langit tertinggi dan bertemu dengan seseorang yang belum pernah kutemui sebelumnya, dengan paras wajahnya yang putih bersinar, tanpa titik air mata dari bola matanya

SIMILE
Suara tangisnya, seperti seseorang yang menginginkan bantuan
Namun tanganku tak dapat disana, mirip induk kucing yang meninggalkan anaknya
Hanya bisa melihatnya dari jauh, seperti orang buta yang hanya terperangkap dalam kegelapan
Dan hanya bisa berharap, seperti langit yang selalu merindukan bulan

BUNYI
Aku hanya bisa merasakan suara denting bel itu
Hanya bisa diam tanpa gerak badan sedikit pun
Melihat kucing-kucing itu lewat di depanku
Dan suara ti nut ti nut itu pergi menjauh

ALAM
Laut itu adalah kumpulan tangisnya yang sedu
Terbentang biru, itu sudah sekian tahun yang lalu, sejak kepergianmu.
Waktu itu awan tak tampak ceria.
Dan kau meninggalkan ku di bawahnya.

MIMPI
Aku bermimpi, sinar jingga itu mulai menyambut datangnya malam
Suara burung hantu kala itu tak lupa memeriahkan gelapnya malam
Tak ada seorang pun yang ada di tempat itu
Hanya aku dan dan seribu kenanganku

FANTASI TAK MASUK AKAL
Tangisannya mencakar langit kala itu
Burung camar pun terbang merendah seturut datangnya hujan
Langit abu-abu kala itu merenggut hatiku
Mengingatkanku saat kau meninggalkanku

METAFOR
Langit abu-abu kala itu adalah suasana hatinya
Elang yang mencengkram erat mangsanya kala itu adalah rasa sakit hatinya
Pria yang buta akan kehidupan adalah bagian dari perasaan gundahnya
Aku tahu lautan biru itu adalah kumpulan air matamu
Dan akhirnya aku tahu mawar merah itu adalah dimensi dari hatimu

MENJELMA HEWAN, MENJELMA BENDA
Kau mencakarku dan merenggut perasaanku
Suara rintik hujan kala itu membuatku terdiam
Oh itu ternyata, sayapmu yang membawa ku terbang jauh
Rumah hatimu telah menyelamatkanku
Untukku berlindung dari rumitnya teka-teki itu

Kurang bagus ya? maklum masih amatir, namanya juga baru belajar.
Bagus ya? Aduh makasih ya *cipok basah*

*wussshhhhh*
Electricity Lightning Electricity Lightning